Minggu, 06 Februari 2011

Rayuan Yang Meluluhkan Pria Di muka bumi



Pria cukup sensitif dengan tubuhnya, dan mereka ingin tahu apakah Anda juga terpikat dengan hal-hal tersebu
Kata orang, ada perbedaan ketika Anda masih berpacaran, dan ketika Anda sudah menikah. Ketika masih pacaran, lalu Anda terpeleset, ia akan bilang, "Duh, hati-hati dong, sayang...." Tetapi, ketika hal itu terjadi saat sudah tiga tahun menikah, insiden itu akan ditanggapi dengan, "Kalau jalan, matanya lihat-lihat dong!"
Namun, ada satu hal yang tidak akan berubah ketika Anda sudah menikah sekian tahun dengan si dia. Bahwa pria merasa ingin dibutuhkan, dihargai, disayangi, dan merasa seksi. Bila Anda cukup peka, tujuh hal ini bisa Anda jadikan rayuan untuk membuat dirinya melayang.

Kamu keren, deh!
Bukan hanya perempuan yang mengalami insecurity; pria juga begitu. Kadang yang membuatnya merasa tak aman atau tak nyaman adalah hal-hal sepele. Misalnya, lebih baik kemejanya dimasukkan ke dalam celana atau tidak? Atau, apakah kemejanya menyempit di bagian perut, yang menandakan lingkar pinggangnya yang telah bertambah. Sebelum ia mulai mengeluh, puji penampilannya jika menurut Anda memang tampak hebat. Apalagi jika belakangan ini ia mulai rajin berolahraga. 
Aku suka ...mu (sebutkan bagian tubuhnya)
Anda bisa menyebutkan hal spesifik dari dirinya yang membuat Anda tertarik. Anda bisa sebutkan lengannya yang kokoh, bibirnya yang kissable, aroma tubuhnya yang khas, atau hal-hal lain yang bisa Anda sampaikan tanpa membuat Anda tersipu, seperti senyumnya yang tulus atau genggamannya yang kuat dan menenangkan.
Pria cukup sensitif dengan tubuhnya, dan mereka ingin tahu apakah Anda juga terpikat dengan hal-hal tersebut.

Aku suka kalau kamu ... (sebutkan salah satu tindakannya)
Pada dasarnya, pria "dirancang" sebagai orang yang berinisiatif untuk melakukan sesuatu. Kalau Anda tidak memberitahunya apa yang Anda sukai dari suatu perbuatannya, atau tidak memuji perbuatannya, ia tak akan tahu kalau sebenarnya Anda menyukainya. Semakin sering Anda memberitahu bahwa Anda suka kalau ia mengelus-elus pinggang Anda ketika Anda mengeluh kram perut, ia tentu akan lebih sering melakukannya. Ia juga akan melakukannya tanpa ditanya, yang artinya ia merasa senang dan bangga bisa membuat Anda merasa nyaman.

Ih, gadis itu ngelihatin kamu!
Ketika lawan jenis mencuri pandang tak hanya sekali, tetapi beberapa kali, kemungkinan karena merasa ada sesuatu yang menarik dengan diri Anda. Begitu pula sebaliknya. Pandangan kagum perempuan lain pada pasangan bisa mendongkrak kepercayaan dirinya. Ia juga senang karena Anda justru menyampaikannya pada Anda, yang tandanya Anda bukan sosok yang pencemburu atau posesif. Artinya, Anda cukup percaya diri bahwa pujian tersebut tidak akan membuatnya berpaling dari Anda.

Kamu benar
Kita pasti senang bila pendapat atau pengetahuan kita mengenai sesuatu hal diakui. Ketika Anda setuju dengan pendapatnya, jangan ragu untuk memberitahunya. Apalagi, jika sebelumnya Anda ngotot mengatakan hal sebaliknya. Pengakuan seperti ini akan membuatnya merasa hebat, dan menunjukkan bahwa Anda seorang yang sportif, karena mau mengakui bahwa Anda salah.

Bantu aku ... (minta ia menolong Anda melakukan sesuatu)
Sama seperti pengakuan mengenai pendapat atau pengetahuannya, pria senang ketika Anda meminta pertolongannya untuk melakukan atau memperbaiki sesuatu. Ia akan merasa berguna, dan senang karena dianggap mampu menguasai sesuatu. Entah itu mengoperasikan fitur-fitur kamera, atau melakukan hal-hal sederhana lain seperti mengambil sebuah barang yang terletak jauh dari jangkauan Anda. Tentu saja, Anda tidak harus selalu meminta bantuannya meskipun Anda sebenarnya bisa melakukannya sendiri. Tetapi, jika Anda memang butuh bantuannya, jangan ragu untuk memintanya.

Rambut kamu masih tebal
Lho, kenapa tiba-tiba membahas soal rambut? Kehilangan mahkota kepala ternyata bukan hanya kekhawatiran terbesar kaum perempuan, tetapi juga laki-laki. Sekitar seperempat pria dilaporkan mulai mengalami penipisan rambut di usia 25 tahun, dan dua pertiganya mulai membotak di usia 40-an.  Jadi ketika ia mengeluh rambutnya mulai rontok, katakan bahwa rambutnya terlihat baik-baik saja. Ini sama halnya dengan ketika Anda terus-menerus bertanya, "Aduh, aku kelihatan gendut enggak, ya?" Nah, Anda tahu kan apa jawaban mereka?